Tampilkan postingan dengan label Batu Agate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batu Agate. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Februari 2017
Jenis Batu Agate
Batu Agate pertama kali ditemukan sekitar abad ke-3 atau 4 sebelum Masehi oleh Theophrastus, seorang filsuf Yunani yang memberi nama batu dengan nama sungai di mana ia menemukannya, “Achates” (Yunani: Aχάτης). Sungai Achates terletak di Sicily, Italy, namun nama sungai tersebut telah diubah dan sekarang dikenal sebagai Sungai Dirillo.
Batu akik Agate biasanya ditemukan bersama dengan jenis batuan lainnya, tetapi lebih diklasifikasikan sebagai batuan vulkanik. Batu Agate sering terbentuk di dalam kantong beku (yang telah dipadatkan oleh lava atau magma), sedimen dan batuan metamorf seperti Granite, Melaphyre dan Porphyry. Deposit silikon dioksida biasanya berbentuk oval atau bola kecil dan ketika deposit terus berproses selama periode waktu yang panjang, band atau pita paralel mulai terbentuk. Spesimen “Banded” disebut sebagai Agate, sementara spesies lainnya diklasifikasikan sebagai Chalcedony, Carnelian, batu akik Moss Agate atau nama dagang tertentu lainnya.
Batu mulia Agate termasuk ke dalam golongan mineral Quartz (silikon dioksida). Quartz atau batu Kuarsa adalah mineral kedua yang terbanyak ditemukan di kerak benua, setelah mineral dari kelompok Feldspar. Quartz dibedakan dan dipisahkan menjadi dua cabang utama, yaitu: Macrocrystalline Quartz dan Cryptocrystalline Quartz.
Langganan:
Postingan (Atom)
